Sabtu, 08 Juni 2013

AKU KAMU JARAK



Jarak. Apa yang kalian pikirkan ketika mendengar kata itu?
Jauh. Luas. Panjang. Terpisah dengan sekat, beratus bahkan beribu kilometer.
Pedih. Sakit. Ketika jarak tercipta, ketika kita tidak tau apa yang sedang dia lakukan disana.
Memikirkan kita. Merindukan kita. Atau bahkan, kita telah lenyap dari pikirannya.
Entahlah. Kita tidak bisa mengira-ngira.
Banyak orang bilang, jarak bukanlah masalah, jarak bukanlah beban.
Tapi tidak untuku. Jarak tetaplah jarak. Jarak tetaplah ruang dimana kita harus menahan rindu.
Hanya menatap nanar fotonya. Hanya mendengar suara semunya.
Tidakkah kalian ingin selalu menatap wajahnya dari dekat ?
Tidakkah rindu yang selama ini kalian pendam terasa menyesakkan ?
Tidakkah kalian ingin mengakhiri semuanya dan mencari orang yang tidak berada dalam jarak ?
Lalu pernahkah kalian mengandalkan rasa percaya dalam jarak ?
Apakah cukup ? Apakah selamanya kalian akan menjaga rasa percaya itu ?
Jarak ini bukan soal tempat. Jarak ini soal rasa.
Jarak ini bukan soal waktu. Jarak ini soal hati.
Mungkin saja, diantara jarak ini ada dia antara aku dan kamu.

Sabtu, 23 Maret 2013

AKU + DIA = JODOH (?)


H A H A H A H A H A ~ aku pengin ngakak pas baca judul postingan kali ini. Gimana enggak? Ini curhatan pribadi cyiiin xD Malu banget kalo postingan ini dibaca~ apalagi sama orang yang paham apa yang aku ceritain. Yaudin deh~ biasa malu-maluin (?) aja kok repot, yang jelas ini cuma buat have fun yaa~ jangan serius gitu bacanya :p
            Kenapa aku + dia = jodoh (?) bisa jadi judul postinganku kali ini? Sepele sih, cuma berangan-angan aku dan dia itu jodoh. Kenapa ada tanda tanya? Ya karena aku sendiri juga bertanya-tanya akankah itu terjadi? Huhu tuh kan jadi mellow u,u
            Semuanya berawal dari malam perpisahan. Malam itu adalah awal dari semua penyesalan ini. Malam yang tak akan pernah terlupakan, malam yang akan menjadi kenangan. Malam itu sekolahku mengadakan perpisahan untuk kelas XII, aku sendiri sangat bersemangat datang ke acara itu. Ternyata acara seperti itu tidak selamanya menyenangkan, adakalanya kamu akan bosan saat menghadiri acara seperti itu. Disaat aku bosan inilah aku melihat sosok yang membuatku tertarik untuk mengamatinya. Waktu aku mengamatinya dari ujung kepala sampai ujung kaki (?) aku pikir aku pernah melihat orang ini sebelumnya, dan tahukah kalian apa yang terjadi? Ternyata dia balas melihat ke arahku. Aku yang gugup karena dipergoki sedang mengamatinya pun langsung membuang diri eh membuang muka maksudnya :D Setelah beberapa saat membuang muka, aku mulai mengamatinya (lagi). Ternyata oh ternyata dia adalah seorang Prince Charming yang selama ini aku kagumi. Jadilah sepanjang malam itu aku hanya memperhatikan dia seorang, itung-itung buat kenangan sebelum dia lulus.
Sejak malam perpisahan itu aku tidak pernah melihatnya di sekolah, hanya satu atau dua kali dia datang untuk mengurus kelulusan. Mulai hari itu aku mulai mencari tahu apa saja tentang dirinya, facebook, twitter, sampai plurk, setidaknya aku akan tahu aktivitasnya melalui jejaring sosial. Berminggu-minggu tidak bertemu sosoknya membuat aku kangen lupa akan dirinya, sampai pada suatu hari aku sedang dalam perjalanan menuju sekolah dan aku melihat sosoknya sedang bersepeda. Kalian tahu apa yang aku lakukan, aku berhenti di pom bensin hanya untuk menunggu dia lewat. Tatapan mata kami bertemu *freeze* dan aku nggak mau momen indah ini berakhir, itu adalah pertemuan terakhir kami (?) sebelum dia menuntut ilmu di kota orang.
Lima bulan berlalu, lima bulan aku tidak pernah melihatnya, lima bulan hanya tahu kabarnya lewat jejaring sosial, lima bulan hanya memandang fotonya sampai tibalah tanggal 28 januari 2013. Hari dimana anak kuliah sedang libur panjang setelah ujian. Hari itu dia bersama teman-temannya mengadakan sosialisasi universitas di sekolahku, siapa yang menyangka setelah lima bulan tidak bertemu kami dipertemukan (?) kembali di sekolah tercinta. Sayangnya hari itu aku ada les, aku menantinya sampai pelajaran terakhir usai tapi sosoknya tak kunjung muncul L. Karena kecewa dia tidak datang aku memutuskan untuk berangkat les, tiba-tiba temanku mengirim pesan singkat yang mengatakan bahwa Prince Charming itu datang ke sekolah, aku memutuskan untuk melesat kembali ke sekolah. Dengan wajah yang penuh modus aku mengajak temanku untuk melihatnya dari jendela belakang kelas (kebetulan sosialisasinya di kelas) dan kebetulan yang sangat kebetulan dia sedang duduk di dekat jendela. Aku memanfaatkan menit-menit yang berharga itu dengan sebaik mungkin, tidak jarang pandangan mata kami bertemu *freeze* jantungku sudah tak karuan ingin mencelos rasanya.
Sayangnya keindahan duniawi ini tak berlangsung lama, sosialisasi ini harus berakhir dan berakhir pula pertemuan (?) kami. Sampai sosoknya menghilang di depan kelas aku tetap memandangnya, berharap dia juga akan melihatku tapi nyatanya tidak sampai jam menunjukkan aku harus kembali ke les. Tanggal 28 Januari 2013 harus aku catat dalam sejarah hidupku, hari yang mungkin takkan terulang untuk kedua kalinya. Aku benci kenyataan bahwa dia hanya libur selama dua minggu, ya hanya dua minggu. Saat teman-temannya dari universitas lain masih harus menikmati liburan selama dua bulan, dia sudah harus kembali menuntut ilmu di kota orang, oh sungguh tidak adil (n).
Jarak kembali memisahkan kami (tsaaah dipikir LDR) hanya mengetahui aktivitasnya dari jejaring sosial, hanya memandang fotonya akan menjadi rutinitasku selama empat atau lima bulan ke depan. Sedihnya dia jaraaang sekali update di jejaring sosial. Terkadang aku memberanikan diri mengirim pesan singkat, oh aku suka momen ini (y).
Dari cerita-cerita di atas tidakkah kalian berpikir aku dan Prince Charming ini berjodoh (?). Setidaknya ada beberapa hal yang membuat aku yakin kami ini berjodoh, misalnya kami sama-sama lahir di bulan juli, jumlah huruf nama kami sama-sama berjumlah 13, aku sekarang berada di kelas XI IPA 1 yang dulunya adalah kelas Prince Charming, dari sekian banyak orang yang harus aku temui saat berangkat sekolah kenapa aku harus bertemu si Prince Charming saat bersepeda. Masih ada hal lainnya, berhubung saya lupa jadi tidak saya tulis :D. Mungkin menurut kalian fakta-fakta diatas sangat sepele, tapi kalian tidak akan berkata begitu bila kalian adalah orang yang normal (?). Semoga (kalo bisa tidak hanya semoga) fakta-fakta (?) diatas benar adanya, dan saya memang tulang rusuk dari Prince Charming. Aamiin.
Hayoo serius banget bacanya~ Nggak usah mewek gitu lah bacanya~ Terimakasih buat kalian yang sudah merelakan waktu untuk membaca curhatan gaje ini, semoga menjadi inspirasi (?) dapat diambil sisi positifnya, dan saya selaku penulis mohon maaf apabila dalam penulisan postingan ini banyak kosakata alay, banyak kosakata yang tidak sesuai EYD karena itu memang tujuan saya (MUAHAHAHA). Mohon doanya juga supaya Prince Charming-ku (?) itu membaca curhatan gaje ini ({}).

SEKIAN DAN TERIMA GAJI KASIH

Selasa, 26 Juni 2012

PHP (Pemberi Harapan Palsu)



            PHP itu apa sih? Akhir-akhir ini banyak banget ABG di luar sana yang ngomongin PHP. PHP itu makanan apa? Apa sih singkatan dari PHP? Daripada penasaran apa itu PHP, mending baca baik-baik deh posting ini, check this out~
            Udah jelas banget dari judulnya, PHP (Pemberi Harapan Palsu) iya harapan?! Palsu lagi! Nyesek banget nggak sih? Sebagian besar korban dari PHP ini adalah kaum hawa, nggak tau juga sebabnya, apa mungkin karena kaum hawa itu gampang dikasih harapan? Pelaku PHP sendiri banyak macamnya, dari kaum adam yang super duper guanteng sampe yang bermuka pas-pasan.
            Pokoknya PHP tuh nyakitin banget deh! Kalo kalian udah jadi korban PHP cuma ada satu cara ampuh buat mengatasinya. Yap! Bener banget! MOVE ON~ lupain aja si PHP dan cari pengganti yang lebih dan lebih dari si PHP.
            Nggak usah berlarut-larut dalam tangis kalo kalian jadi korban PHP, percuma nangisin orang yang bisanya cuma PHP. Percaya deh si PHP bakalan dapet balasan yang setimpal dengan apa yang udah doi lakuin (ceilaaah!).
            Percaya nggak percaya, gw sendiri pernah jadi korban PHP (hiks L) males banget sih inget itu semua, awalnya hubungan kami baik-baik saja, yah bisa dikatakan nggak ada masalah, kadang gw dijadiin tempat curhat ama doi. Sekarang hubungan kami renggang, kayak nggak pernah kenal gitu~ oiya, PHP gw ini sempet minta maaf loh sama gw, nggak tau deh doi tau darimana kalo doi udah jadi PHP buat gw.
            Mmm... segitu dulu aja deh ocehan gw soal PHP. Semoga yang namanya cowok PHP itu hilang dari peradaban dunia. Semoga nggak ada lagi yang namanya korban PHP. Dan semoga nggak ada lagi istilah PHP di masa mendatang. Aamiin...
            Ok guys gw permisi dulu, sampai jumpa di postingan gw selanjutnya~
Bubaaay all ({})

Rabu, 28 Desember 2011

LDK PMR WIRA SMA NEGERI 3 PEKALONGAN

Sabtu, 10 Desember 2011
Hari itu gue lagi capek banget, gimana nggak? Satu minggu gue abis UAS dan lagi mupeng-mupengnya sama remedial, gue harus siap-siap buat LDK PMR. Mana gue belum belajar materinya (sama sekali!) harus nyiapin papan nama dada ama punggung, kertas harus ungu, tali harus ungu, dan besar tulisan pun harus 1,5 cm, harus kompak pula. Dengan sangat terpaksa gue mohon-mohon ama temen gue (a.k.a Lazuardi Majid Pratama) buat berbagi kertas warna ungu itu. Pulang sekolah gue nggak ada waktu buat main-main, gue langsung buat itu semua, dan akhirnya dengan waktu yang amat mepet gue berhasil nyelesein itu semua, tapi akibatnya gue nggak bisa belajar materi PMR (T.T) nyentuh pun gue nggak bisa. Dengan sangat terpaksa gue berangkat ke sekolah dengan muka suntuk ditekuk pula.
Andwaeee~ jadwal pertama hari itu adalah PBB (gue nggak nyangka bakal ada jadwal ini!). Udah pasti yang ngasih arahan ini itu adalah sang Komandan Pastiga (a.k.a Ridho Midanto) yang diajarin disini cuma dasar-dasar PBB aja kok, nggak yang ribet-ribet. Dan latihan PBB itupun berakhir dengan manis, di sela-sela istirahat sambil dengerin curhatan kakak kelas tentang macam-macam jurusan (IPA atau IPS) gue ama dua sobat gue (a.k.a Fairuz Arifia, Tyas S.Y) ngakak-ngakak cuma karena menyalahgunakan (?) Bahasa Indonesia yang baik dan benar. Akhirnya waktu ISHOMA datang, waktu makan juga ada peraturan yang super duper ketat. Gue dan yang lain nggak boleh bersuara (?) waktu makan, gilaaa~ waktu makan berasa di kuburan, sunyi senyap (?) gitu. Tapi ada untungnya juga ada peraturan kayak gitu, kita semua jadi disiplin waktu.
Nah berhubung gue lupa jadwal abis ini apa (antara pensi ama materi PMR), gue bikin materi dari PMR dulu aja deh yaa. Materi kali ini tentang (kalo gak salah) pertolongan pada korban pingsan, caranya macem-macem. Dan lo tau, materi ini ditampilin pake LCD dalam keadaan gelap gulita, sumpeeeehh.. mata gue pedes bin jereng liat tulisannya. Pemberian materi pun selesai, saatnya PENSIII~ sebenernya males juga harus pensi, kenapa? karena kelompok gue harus nampilin pensi tentang POP. Karena nggak kepikiran buat nampilin apa, terpaksa kita-kita cuma nampilin nyanyi (judulnya aja POP, emang harus nampilin apa selain nyanyi?) dan pencarian lagu buat pensi nggak mudah! masalahnya cuma satu, nggak semua temen kelompok gue hafal tiap lagu. Akhirnya setelah menghabiskan waktu, lagunya Peterpan yang Menghapus Jejakmu terpilih juga (karna cuma lagu itu yang gue dan temen-temen kelompok kompak hafal). Kelompok gue dapet gliran keempat, asliiii~ anyep banget waktu kelompok gue maju, tepuk tangan penonton pun kedengeran terpaksa di kuping gue. Cuma satu penampilan kakak kelas yang bisa ngehibur gue dan semua yang dateng waktu itu, penampilan Pradana Putra kita semua (a.k.a Muhammad Fatahillah) karna dia jagonya pencak silat, nggak usah ditanya dia mau nampilin apa. Dengan semua jurus terjitu (?) yang dia punya, dengan lincahnya dia lompat sana, lompat sini, mencak sana, mencak sini sambil bawa golok segala macem, gimana kagak ngeri.. udah kayak orang kesurupan aja dah tu~ eitss, nggak lupa karna dia Pradana Putra, waktu pencak silat aja masih pengen eksis, gimana nggak? tongkat pramuka aja masih dibawa-bawa. Pensi itupun berakhir dengan manis. Ini nih jadwal yang paling gue suka, waktunya ngeboo~ namanya juga cewek, sebelum tidur mesti ngerumpi dulu, mungkin karna udah malem juga kita ditegur dah ama? ama siapa yaa? sayangnya gue nggak kenal. Butuh waktu lama buat gue tidur, akhirnya setelah guling sana guling sini gue ngebo juga~ zzzzz -.-
Sekitar jam 1 tiba-tiba ada yang gedor-gedor kelas yang buat gue ama temen-temen tidur, intinya kita semua dibangunin paksa. Dengan keadaan setengah sadar dan dengan iler yang masih belepotan, kita semua keluar dengan wajah mupeng. Kejadian nggak terduga pun terjadi, ada sedikit akting dari kakak-kakak kelas gue. Dari tengah lapangan basket yang gelap gulita terdengar suara-suara minta tolong, sumpaaahh!! gue panik bin bingung banget harus ngapain. Dengan keaadan yang masih bingung, gue ama temen-temen evakuasi dah tu korban-korban yang bergelimpangan (?). Setelah beberapa menit akhirnya drama itupun berakhir, gue ama temen-temen dikumpulin di tengah lapangan, kita semua disuruh push-up biar nggak ngantuk lagi. Abis itu kita semua dibawa ke halaman depan sekolah, dijelasin ini itu termasuk kejadian yang baru kita lakuin, ternyata semua itu buat ngelatih kita kalo suatu saat kita jadi relawan. Dan lo tau jadwal abis itu semua apa?? yeaah~ JM alias Jelajah Malam. Sambil nunggu giliran, kita semua dihasut ama cerita-cerita horor dari kakak kelas, agak serem sih.. gue sendiri hampir aja percaya ama cerita itu, tapi pengen ngakak juga pas liat wajah temen-temen gue yang udah pada stress. Karna ada kejadian yang nggak terduga dan kita semua khawatir ada apa-apa akhirnya kita semua masuk ke halaman tengah sekolah. Tibalah giliran gue buat menyusuri sekolah.
Okeh~ mulai dari sini gue ceritain perjalanan JM gue.. cekidooott \m/
Gue jalan ke lorong menuju lab.bahasa, nggak seperti apa yang gue kira.. jalan di sekitar lab.bahasa ternyata dibuat berantakan, mana gelap (namanya juga JM) untungnya ada lilin di tiap pos (di tiap pos ada pertanyaan yang harus dijawab). Nah di lab.bahasa ini kakak kelas yang jaga ada kak Esthi Novianti ama kak Fatahillah, akting mereka bagus banget dah~ tapi sayangnya gue belum terpengaruh sama akting mereka. Lanjuuutt~ abis itu gue lewat parkiran, tapi mungkin karna terlalu fokus gue nggak liat ada pos di parkiran, sampailah gue di jalan menuju belakang ruang 17-18, jujur aja gue nggak pernah lewat situ.. untungnya karna suasana juga udah agak pagi jadi nggak gelap banget. Pas lewat sini gue nggak berani nengok kanan kiri, cuma fokus ama jalan, gimana nggak? kalo gue nengok kiri, gue bakal liat dalem ruangan 17-18 yang gelap, kalo gue nengok kanan cuma ada tembok.. males banget liatin tembok. Sampailah gue di lap.volly, gue nggak pengen ngabisin banyak waktu disitu, karna tiba-tiba inget cerita kakak kelas (katanya disitu ada poconggg) walopun cuma “katanya” tapi secara tidak langsung gue terpengaruh juga, buru-buru gue jalan ke lorong menuju belakang tangga lab.biologi.. ehh~ sebelum gue masuk ke lorong, ada yang manggil gue dari depan ruang 18.. palingan juga kakak kelas, cuekin ajalah.
Nah disini yang agak bikin gue merinding, pertama biasa aja pas lewat lorongnya.. pas belok ke tangga lab.biologi ada kejadian yang bikin gue agak melek, jalan disitu kan sempit gimana gitu, otomatis gue jalan juga agak hati-hati, lo tau apa yang tejadi sama gue? gue nginjek kaki!! jlebb~ gue langsung baca-baca disitu, sekali lagi gue coba langkahin kaki, tapi tu kaki masih aja demen disitu, dan yang untuk ketiga kalinya gue langkahin kaki tu kaki udah ilang nggak tau kemana (gue tau kok itu kakak kelas, sekalian gue mau minta maaf  buat kakak yang jaga disitu, salut juga kakaknya udah berani). Gue naik ke tangga karna disana masih ada pos lagi, yang jaga disitu ada kak Rona Nugrahaeni ama kak Ridho Midanto. Gue juga acungin jempol buat yang jaga disini, aktingnya keren abiss!! pas gue lagi mau naik tangga, kak Rona pura-pura nangis dan ribut atau curhat gue nggak tau soal setan segala macem, katanya tu setan yang dipojok liatin kak Rona mulu (setannya naksir kali kak) pas gue lagi asiknya nulis jawaban, kak Ridho ikut-ikutan akting nggak jelas, dia bilang “hati-hati dek, itu dipojok ada yang liatin” abis bilang gitu dia turun kebawah, nha gue? dibilang kayak gitu agak was-was juga, mana gue nulisnya deket pojokan lagi. Untungnya gue udah selesai nulis jawaban, buru-buru gue turun dan lanjut ke pos berikutnya. Di Ponpas adem ayem aja, gue bisa nyantai nulis jawabannya. Lanjut menuju pos berikutnya, yaitu Sanggar. Sebelum nyampe Sanggar gue harus lewatin kantin, katanya disini kalo denger suara salam harus dijawab, nyatanya gue nggak denger ada orang salam. Kalo udah ngelewatin Sanggar udah aman, tinggal ke Masjid.. gue kira di Sanggar itu pos terakhir, nggak taunya masih ada pos di Masjid. Di Masjid gue cerita perjalanan JM gue, begitu pula temen-temen gue.. cerita mereka banyak versi, ada yang dipegang kakinya, ada yang ditarik roknya, ada yang liat penampakan segala macem. Selesai JM jadwal selanjutnya sholat subuh.

 Minggu, 11 Desember 2011
Masih dengan berbagai cerita JM semalem, gue ama temen-temen ngerumpi sambil nunggu waktu olahraga. Satu jam berlalu waktu yang ditunggu (olahraga) ternyata nggak jadi, agak kecewa sih~ tapi ya sudahlah, mungkin ada sesuatu yang mengharuskan jadwal olahraga ditiadakan. Selanjutnya kita semua dikumpulin di ruang 18, dikasih penjelasan harus ngapain. Acara itupun dimulai, kita semua dibagi dalam beberapa kelompok, tugas masing-masing kelompok adalah mendatangi tiap post yang ada, kami harus mempraktikkan kembali materi-materi yang telah diberikan, semua itu dilakukan agar kami mendapat segitiga warna-warni karna itu adalah syarat saat pengambilan badge nanti. Perjuangan kelompok gue bener-bener nggak mudah, kalo gue ceritain bisa panjang banget, jadi gue persingkat aja. Berjam-jam berlalu akhirnya acara itu berakhir dengan senyum mengembang dari tiap peserta, termasuk gue. Tapi ini belum selesai, setelah istirahat acara selanjutnya adalah pengambilan badge, acara yang kita semua tunggu, tapi ternyata kita masih diberi cobaan lagi, gue ceritain perjuangan gue waktu pengambilan badge.. cekidoot \m/
Pertama kita disuruh nyari kakak kelas ynag megang badge (padahal megang badge semua kok), waktu itu tempatnya di lap.basket, gue nyamperin kak Khalisatul Qonita, bukan cuma gue yang nyamperin, gue udah keduluan ama temen-temen yang lain, tapi karna syaratnya cuma ada satu adek kelas, terpaksa gue ama temen-temen gambreng buat nentuin siapa yang berhak disitu, lo tau siapa yang menang waktu gambreng? yap betul!! gue!! gue nggak nyangka bisa menang gambreng, padahal gue yang dateng paling akhir. Gue kira mau langsung dikasih badge, ternyata enggak!! gue disuruh kak Nita nanya ke anak XI IPA 2 cowok, dan lo tau gue harus nanya apa? gue harus nanya alamat lengkap, nama pacar, alamat lengkap pacar, ama hobi itu cowok, siapa lagi anak XI IPA 2 cowok yang ada disitu kalo bukan kak Ridho Midanto. Gue samperin kak Ridho, gue tanyain apa yang disuruh kak Nita, yah gue pikir kak Ridho bakal ngejawab dan setelahnya gue bakal dapet badge, ternyata masih berlanjut!! kak Ridho nggak langsung jawab, dia malah nyuruh gue balik nanya ke kak Nita “mau apa nanya-nanya? mau ngefans?” gue balik lagi, dan nyampein jawaban dari kak Ridho, nggak berhenti nyampe sini, karna gue nggak dapet jawaban dari kak Ridho gue disuruh nanya ke kak Ofi (a.k.a Rofiqoh), nanya nama pacar, alamat lengkap pacar. Sambil nyari kak Ofi gue mikir, kayaknya gue dikerjain nih~ kayaknya mereka sengaja bikin gue bolak-balik nggak jelas, dan ternyata itu bener.. bukan hanya gue yang bolak-balik dan nanya yang aneh-aneh ke kakak kelas, temen-temen gue juga iya. Gue nyamperin kak Ofi dan nanya apa yang disuruh kak Nita, dengan sedikit maksa gue berharap kak Ofi mau ngasih jawaban, tapi lagi.. gue nggak dikasih jawaban, gue malah disuruh nanya kak Eva, masih dengan pertanyaan yang sama gue nanya ke kak Eva, dan lo tau dia jawab apa “aduh dek aku nggak tau”, dengan wajah “bongko” (maaf yaa, nyisipin Bahasa Pekalongan dikit, bagi yang nggak tau bisa cari di mbah google) gue balik ke kak Nita lagi. Masih panjang perjuangan gue buat dapetin badge, gue masih harus nanya ini itu ke beberapa kakak kelas, tapi sayangnya gue nggak bisa nulis itu satu-satu, gue persingkat aja yaa~ gue masih harus nanya kak Eva Kurnia Ningsih, kak Esthi Novianti, kak Shofia Aini, kak Harinil Haq, masih harus minta tanda tangan kak Ema , kak Ofi, dan masih banyak lagi. Dan perjuangan gue berakhir di detik-detik ini, waktu gue mau minta tanda tangan ke kak Ema, gue disuruh nanya kak Fifi nama pacar, alamat lengkap pacar, ama nomor handphone pacarnya. Langsung gue samperin kak Fifi, gue sampe mohon-mohon ke kak Fifi, mungkin karna kak Fifi udah bosen dia akhirnya ngeluarin syarat pamungkasnya, syaratnya adalah gue harus tau berapa absen kak Fifi, disaat yang bersamaan temen gue Reni Fatmawati juga dikasih syarat yang sama, gue ama Reni nyari akal gimana caranya tau nomor absen kak Fifi, yap!! jalan satu-satunya adalah liat di ruang Tata Usaha, untungnya waktu itu ruang Tata Usaha lagi nggak dikunci, langsung gue ama Reni nyari daftar absen kelas XI IPS 2, ketemulah absen kak Fifi, buru-buru gue ama Reni buka pintu karna kak Fifi udah nunggu di luar, sambil buka pintu gue langsung teriak nomor absen kak Fifi, karna bener kak Fifi ngasih badge ke gue~ sumpah!! itu badge bersinar kayak berlian waktu gue mau ambil (lebay), tapi kak Fifi cuma ngasih satu padahal kak Fifi janji ngasih dua buat gue ama Reni, kata kak Fifi karna gue yang jawab duluan jadilah gue yang berhak dapetin badge, gue jadi nggak enak ama Reni, padahal gue ama dia berjuang berdua, nggak adil banget kalo cuma gue yang dapet, saking senengnya gue sampe jingkrak-jingkrak nggak jelas. Setelah dapet badge, gue ngadem di pinggir lap.basket, ternyata nggak cuma gue yang udah dapet, ada temen-temen gue yang juga udah dapet, perjuangan temen-temen gue juga nggak mudah, ada yang disuruh orasi, nyatain cinta dan lain-lain. Sobat gue Fairuz Arifia sampe nangis setelah dapet badge.
Setelah semuanya dapet badge, gue ama temen-temen dikumpulin di ruang 2, nggak kerasa LDK PMR udah hampir selesai, setelah basa-basi dari kakak panitia, ucapan sayonara terucap dari kami semua. Perasaan gue campur-campur, seneng karna dapet badge, pengalaman yang keren, dan bakal ketemu ama handphone gue (?), sedih karna acara ini harus berakhir, terharu karna perjuangan yang udah gue lalui dan masih banyak lagi.



Tuh gambar segitiga warna-warni yang harus gue dapet.


Inilah hasil yang gue dapet selama LDK PMR.